Oleh: nocompromisegirl | 5 Oktober 2010

Promise

Promise

Allah swt. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.” (TQS. Al-Mai’dah: 7)

“Dan penuhilah janji, seungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawaban.” (TQS. Al-Isra:34)

***

Membaca kedua ayat diatas membuatku teringat seluruh janji yang pernah aku ucapkan.yaa Allah, semoga saja lisan ini terjaga dari perkataan yang tidak mungkin diwujudkan. Missal, janji untuk membawakan bulan atau bahkan memetik bintang (Hehe..😀 ) sangat jelas kedua hal tadi mustahi untuk diwujudkan. Maka ketika berjanji ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya: (Jika ada yang kurang, mohon untuk ditambahkan)

  • Janji tersebut tidak bertentangan dengan syariat
  • Janji tersebut tidak dimaksudkan untuk bermaksiat kepada Allah
  • Janji tersebut bukan sesuatu hal yang mustahil seperti yang dipaparkan dalam contoh di atas.

Sahabat, setelah kita memahami bahwa janji adalah suatu hal yang wajib untuk ditepati. Maka tidak menepati janji (Ikhlaf al-wa’di) adalah salah satu tanda orang yang munafik.

Seperti yang dituturkan dari Abu Hurairah ra. Sesungguhnya Rasulullah SAW. bersabda:

“Tanda orang munafik ada tiga, apabila diberi amanat dia berkhianat, apabila ia berbicara ia berdusta, apabila ia berjanji ia tidak menepati.” (Muttafaq ‘alaih)

Sahabat sambil merenungi beberapa paragraph tulisan di atas. Mari kita bermuhasabah, mengingat kembali janji yang pernah terlontar dari lisan kita. Karma boleh jadi, orang yang dahulu pernah menjadi objek janji kita, sedang menunggu kita menepati janji pada mereka. Janga sampe lho secara tidak sadar kita sudah berlaku dzolim terhadap mereka.

Don’t burn the bridge behind you”, jangan baker jembatan di belakangmu.

Sahabat, janga pernah berfikir sedikitpun untuk membakar jembatan yang menjadi penghubung masa kini degan masa lalu. Boleh jadi ada janji yag tertinggal di sana dan terlupakan untuk diwujudkan. Dan kalo jembatannya sudah kita baker denga sengaja dengan alas an untuk melupakan, itu sama saja dengan sengaja untuk tidak menepati janji. Jangan sampe deh hal itu terjadi.

Sahabat, aku ingin berbagi pengalaman dengan kalian. Biasanya sebelum berjanji pada seseorang atau banyak orang ada hal-hal yag selalu aku perhatikan, diantaranya:

  1. Niatkan semua karma Allah swt.
  2. Yakinkan bahwa janji tersebut tidak bertentangan dengan syariat atau dimaksudkan untuk bermaksiat kepada Allah.
  3. Meyakini bahwa janji tersebut bukan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan.
  4. Meyakini bahwa janji yang kita lontarkanbenar-benar muncul dari kesadaran dan bukn hanya sekedar keinginan.
  5. Meyakini bahwa sampai kapanpun tidak akan ada satu kalimat atau bahkan satu kata pun dari janji tersebut yang akan kita ingkari.
  6. Meyakini bahwa kita sanggup memenuhi janji tersebut.
  7. Simpanlah janji itu dalam hati agar kita selalu merasa dekat dan tetap meyakini bahwa janji itu tidak mustahil untuk diwujudkan dan tentu saja agar tetap menyadarkan kita bahwa janji itu suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban.

Jika ternyata suatu saat kita ingin membatalka janji maka gunakanlah alas an yang syar’ie dan mintalah keridhoan dari orang yang pernah kita beri janji.

-Bagiku, janji adalah suatu hal yang pasti yang harus ditepati. Jika tidak di dunia ini maka kelak di akhirat sana akan aku mintai-

-Berjanjilah, karma kau memang yakin akan dapat menepati jbukan justru mengingkari-


Responses

  1. jadi teringat sebuah janji di Jalan Dakwah ini yang begitu berat sebenarnya tp kadang terlupa/terbaikan.

    dan janji kepada Istri yang semoga bisa kupegang hinng ajal menjemput.🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: