Oleh: nocompromisegirl | 1 Juli 2010

Inspirasiku, Alam Indah Penuh Pesona di Area Kebun Teh

Indahnya panorama alam akan memberikan inspirasi tersendiri bagi para penikmatnya. Begitupun dengan aku yang selalu memanfaatkan indahnya panorama kebun teh dan pegunungan yang letaknya tak begitu jauh dari rumahku. Setiap sore menjelang senja, tak pernah terlewat olehku untuk mengunjungi tempat terindah yang selalu menginspirasiku. Kebun teh di daerah Selabintana, Sukabumi yang sekaligus menyuguhkan indahnya panorama Gunung Gede, selalu aku kunjungi jika tak kebetulan langit menangis.

Pukul 16.00, aku sudah siap dengan secangkir coffee cream di dalam termos, sekantong Happy Tos, laptop yang sudah ku charge dengan full dan tentunya sebuah mushaf. Semuanya kumasukkan ke dalam tas ranselku. Hanya perlu naik angkot sebentar lalu berjalan beberapa meter, aku sudah tiba di tempat indah itu.

Sesampainya aku disana, seperti biasa, aku selalu menyempatkan diri untuk menonton anak-anak bermain bola di sebuah lapangan yang berada tepat di sebelah kiri kebun teh. Subhanallah, keindahan senyuman dan teriakan mereka yang masih polos memberi kebahagiaan tersendiri bagiku. Tak ada sedikitpun kesedihan dan beban yang berat dari dalam raut wajah mereka. Begitu ringan tawa mereka. Aku ingin seperti mereka Yaa Robb…

Tak terasa air mataku mengalir sampai mengundang perhatian anak-anak yang sedang asyik bermain bola. Mereka menghampiriku kemudian menyapaku, “Teteh, kenapa? Biasanya suka rame, kita makan singkong rebus yu di saung abah disana, katanya abah pengen kenal sama teteh yang hobi nonton kita maen bola”. “Yuu”, jawabku dibarengi dengan senyum seadanya diantara derai air mata yang masih menghiasi pipiku.

Setibanya di saung, ternyata ada seorang laki-laki dan wanita yang kuperkirakan umurnya sudah cukup tua, mereka tersenyum memandangiku. “Assalamu’alaikum Pa, Bu”, sapaku. Merekapun menjawab salam berbarengan. Lalu kamipun larut dalam percakapan hingga hampir tiba waktu sholat maghrib. Lalu lelaki tua itu tersenyum seraya berkata kepadaku,”Barudak teh song bingah upami aya neng anu lalajo, saurna teh asa janten pemaen bola di lapangan nu ageung. Hatur nuhun nya neng”. Aku hanya bisa menjawab dengan senyum dan berkata,”Muhun sami-sami pa, abdi ngaraos bingah upami tiasa ngabageakeun barudak. Pa, upami tiasa, unggal sonten abdi hoyong nambut saungna kanggo nulis, nya sekedar ningali panorama alam anu endah.”. lalu jawabnya,”Oh sumuhun mangga wae neng, mangga dianggo wae saungna”

Karna waktu sudah hampir maghrib, akhirnya aku berpamitan pulang pada ibu, bapa dan anak-anak.

Hari ini aku ga sendiri lagi menikmati panorama alam nan indah di daerah kebun teh di deket rumahku itu. Bersama, seorang bapa, ibu dan anak-anak yang senyum dan keriangannya telah membuatku menangis bahagia. Dalam perjalanan pulang, aku melihat sunset sore ini begitu indah menerangi Gunung Gede.

Alhamdulillah untuk hari yang Indah Yaa Allah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: