Oleh: nocompromisegirl | 28 Juni 2010

Untukmu Ayah..

Ayah Nilai Kasihmu

Album : Insan Istimewa

Munsyid : De Hearty

http://liriknasyid.com

Di sisi ibu kau setia menanti

Lahir anakmu menambahkan seri

Bersama aminan memuji Illahi

Di telingaku kanan dan kiri

Hari – hari makin mendewasakan

Hidupmu tabah penuh kecabaran

Dalam mendidik amanah tuhanmu

Sabar melayar kerenah yang seribu

Titisan keringatmu menyubur kehidupan

Berhujan berpanas tidak kau hendahkan

Dirimu tetap gigih menuai rezeki

Menjadikan mimpi satu realiti

Biar ku tawar uang yang berjuta

Biar ku hampar selaut mutiara

Tak mungkin membalas segala jasa

Yang tidak ternilainya

Oh ayah akan ku bukti padamu

Curahan kasih tidak kusiakan

Mencapai cita jua kejayaan

Kan ku bela nasibmu di hari tua

(Intrumentalia)

Titisan keringatmu menyubur kehidupan

Berhujan berpanas tidak kau hendahkan

Dirimu tetap gigih menuai rezeki

Menjadikan mimpi satu realiti

Biar ku tawar uang yang berjuta

Biar ku hampar selaut mutiara

Tak mungkin membalas segala jasa

Yang tidak ternilainya

Oh ayah akan ku bukti padamu

Curahan kasih tidak kusiakan

Mencapai cita jua kejayaan

Kan ku bela nasibmu

Biar ku tawar uang yang berjuta

Biar ku hampar selaut mutiara

Tak mungkin membalas segala jasa

Yang tidak ternilainya

Oh ayah akan ku bukti padamu

Curahan kasih tidak kusiakan

Mencapai cita jua kejayaan

Kan ku bela nasibmu di hari tua

-Mendengar nasyid ini membuatku kian merinduimu duhai ayah (Heu..😀, biasa manggil papah sih sebenernya). Teringat pertemuan terakhir denganmu setengah tahun yang lalu karena sebuah kalimat yang terucap dari ujung gagang telepon,”Gie, ada hadiah untukmu, ambil kesini yaa”.

Bertemu denganmu bagai menemukan semangat yang telah lama hilang dari hidupku. Tak begitu hangat, karna senyum yang tersimpul memang seadanya. Aku hanya dapat memandangi wajahmu yang kian menua. Rasa diri menjadi anak durhaka kian menjelma  (Astaghfirullah.. T_T). Fikirku, tak adakah kesempatan untukku melewati masa-masa bersamamu seperti dahulu. Mempersembahkan baktiku yang mungkin tak seberapa.

Detik ini, aku masih saja menyusahkanmu. Memeras keringatmu tanpa dapat kuberikan sesuatu untukmu sebagai balasan atas jasamu. Aku ingin dapat memelukmu seperti dulu. Seperti yang pernah terjadi 18 tahun yang lalu.

Ayah, jari jemari yang mengasah kemampuan kreatifitasnya di atas keyboard laptop yang kau berikan sebagai hadiah di umurku yang ke 20 ini, akan menjadi saksi bahwa pemberianmu amat berharga bagiku.

Ayah, suaramu begitu lelah dan pasrah. Ada curahan kasih yang tak terucapkan namun selalu dapat kurasakan.

Kau tau, aku selalu bangga memilikimu. Aku katakan kepada teman-teman kampusku, organisasiku dan seperjuanganku bahwa aku memiliki seorang ayah yang HEBAT. Seorang lelaki yang TANGGUH di tengah cobaan yang mendera.

Ayah, teringat satu kalimat yang kau katakan di kala pertemuan itu terjadi,”Jangan pernah salahkan masa lalu, mungkin sudah takdir hidupmu, ayah, dan mama hingga akhirnya harus seperti ini. Ga perlu khawatir, kalau butuh apa-apa, kamu telpon ayah. Kalau yang kamu butuhkan bisa ayah penuhi, pasti ayah beri. Hubungi aja ke HP atau ke kantor. Semua orang disini tau kamu anak ayah.”

T_T isak tangis mengurai air mata yang terus mengalir ketika aku menulis notes ini, sambil mendengarkan nasyid d’hearty. Untuk ayah tercinta. Kau lelaki terhebat dalam hidupku ^_^ –


Responses

  1. Good notes..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: