Oleh: nocompromisegirl | 6 Januari 2010

~Ga perlu marah.. ^_^~

“Siapapun bisa marah, marah itu mudah. Tetapi marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik, bukanlah hal yang mudah.” (Socrates, Nichomachean Ethics)

Ga dipungkiri, remaja yang kondisinya masih amat labil, lebih mudah marah dengan emosi yang ga terkendali. But sob, marah itu bisa kita redam qo sebelum meledak. Jangan sampe kamu mengatakan,”Tenang aja, gue kalo marah Cuma sebentar, skali marah memuncak, besoknya dah reda qo” ough..ough..ough..jauhi kata2 itu dan jangan biasakan hal itu!! Marah itu, mau sebentar atau lama, judulnya kan tetap MARAH. Betul begitu??

Marah itu adalah musuh keharmonisan. Kalo udah marah, kita bisa melupakan semua kebaikan yang pernah sahabat kita kerjakan. Yang kefikir Cuma yang jelek-jeleknya doank. Padahal marah hanya akan bikin kita lost control, “Anger punishes itself”.

Umumnya, banyak orang bilang bahwa amarah itu lebih baik kalo dilampiaskan. Dengan melampiaskan amarah bakal lebih enakan menurut mereka. Tapi justru para psikolog berpendapat sebaliknya lho sob, bahwa sebenarnya melampiaskan amarah sama sekali ga ada hubungannya dengan peredaan amarah. Ledakan amarah malah bakal memompa perangsangan otak emosional. Akibatnya, orang akan jauh lebih marah dan bukannya berkurang.(Goleman, 2001:90)

Hoho.. dari pemaparan diatas kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa ga ada untungnya sama skalai melampiaskan amarah. So daripada mengumbar amarah, jauh lebih positif menahannya. Selain bagus untuk kesehatan, menjaga keharmonisan, diganjar pahala lagi. Nabi saw. bersabda:
“Siapa yang menahan amarah padahal ia dapat melampiaskannya, maka kelak pada hari Kiamat, Allah akan memanggilnya di depan semua makhluk, kemudian disuruh memilih bidadari sekehendaknya.”(HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Nah berikut ini adalah beberapa tips supaya kita bisa meredam amarah.

Meminta perlindungan kepada Allah dengan ber-ta’awudz.

Nabi saw. berkata: “Sesungguhnya aku akan mengajarkanmu satu kalimat yang jika engkau mengucapkannya, akan hilanglah amarah darinya, yakni jika ia berkata,’Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk’.”(HR. Bukhari)

Merubah posisi badan.

“Jika salah seorang dari kamu marah sedang dia dalam keadaan berdiri, hendaknya ia duduk karna sesungguhnya amarah akan pergi. Jika tidak, hendaknya ia berbaring.”(HR. Ahmad)
Redam amarah dengan mendinginkan badan serta fikiran dengan air.
Sabda Nabi saw.,” Marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api padam oleh air. Jika seseorang marah, hendaknya ia berwudhu.”(HR. Ahmad)

Menahan diri untuk ga mengeluarkan perkataan.

“Jika salah seorang diantaramu sedang marah, hendaklah ia diam. (Rasulullah saw. mengulanginya hingga tiga kali.” (HR. Ahmad)

Mengingat keutamaan sabar dan keburukan amarah.

Mengembangkan sikap pengertian dan pemaaf.

Allah swt. berfirman:
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (al-a’raaf:199)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: