Oleh: nocompromisegirl | 6 Januari 2010

~Belajar Menjadi Pendengar yang Baik yuuu!!~

Beberapa teman bertanya padaku, “Kamu mah suka sok tau ih, ngasih2 nasihat pernikahan n coba selesaikan masalah mereka, padahal kamu sendiri blum pernah ngerasain, gimana caranya coba?”. Huhuy, kujawab aja,”Karna aku mendengar”. Dengan rada sinis temenku komen,”Kambing congek”. Gubrakz..tidakkah dy tau bahwa pendengar itu sama pentingnya dengan pembicara. Karna bagaimana mungkin orang bisa bicara tanpa mendengar terlebih dahulu. Bukan begitu??

Berkat mendengar, banyak pelajaran yang bisa kita ambil, tentu ketika mendengar pun bukan dalam rangka mendengarkan ghibah melainkan untuk menuntaskan masalah.

Sob, Allah telah menciptakan telinga kita dengan fungsi yang amat dahsyat. Daun telinga kita yang terbuat dari tulang rawan bisa membantu pengumpulan suara, kemudian getaran gendang telinga mengirimkan sinyal pada organ-organ yang lain untuk diantarkan kepada otak. Manusia bisa menangkap 15 hingga 18.000 gelombang perdetiknya. Pada malam hari indera pendengaran kita menjadi jauh lebih peka ketimbang indera lainnya.

Kemampuan berfikir kita amat tergantung pada pencerapan fakta secara inderawi , salah satunya melalui pendengaran.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur.”(an-Nahl:78)
Sayangnya, sekarang ini banyak orang yang mencap jelek bahkan diberi sebutan kambing congek pada seorang penyimak yang baik. Sedangkan akan lebih memuji pada seorang pembicara yang jago beretorika. Waduh malang betul orang yang gak faham pentingnya mendengar.

Sob, walo begitu, dalam mendengarpun kita butuh keterampilan. Mereka yang ga pernah berlatih, ga akan bisa menjadi pendengar yang baik. Bisa jadi bakal mudah tersinggung, marah, atau menolak begitu saja terhadap orang yang ingin mengajaknya pada kebaikan.

Nah, berikut langkah2 yang harus kamu lalui agar menjadi seorang pendengar yang baik:
1. Ikhlas. Ciptakan keikhlasan dalam diri kita agar mudah menerima kebenaran yang disampaikan.
2. Lapangkan hati
3. Berhusnudzan
4. Dan terimalah kebenaran dari siapapun datangnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: