Oleh: nocompromisegirl | 24 Desember 2009

Kapitalisme, Lokalisasi Para Koruptor

Belum genap seminggu yang lalu, baru saja kita memperingati Hari Antikorupsi Internasional. Di Indonesia, peringatan Hari Antikorupsi diwarnai dengan aksi damai yang dilaksanakan di beberapa wilayah oleh beberapa ormas masyarakat dan gerakan pemuda. Aksi diselenggarakan di Makassar, Surabaya, DIY, Bandung, Medan, Bali, Semarang, Cirebon , Aceh, dan Blitar sedangkan puncak aksi dilaksanakan di Bundaran HI Jakarta. Berikut ini adalah beberapa ormas/LSM/gerakan yang ikut serta menjadi bagian dari para peserta aksi, diantaranya: PP Muhammadiyah, PBNU, PB HMI, KAMMI, GKMI, PMKRI, GMNI, KMHDI, PMII, BKPRMI, IMM, KOMPAK dan banyak lagi (Sumber: Pusat Data Republika). Tidak tanggung-tanggung, untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan dalam pelaksanaan aksi ini, kekuatan personel polisi yang diturunkan di lokasi aksi mencapai 4239 personel. Namun ada juga beberapa ormas dan gerakan yang menggelar aksi beberapa hari sebelum Hari Antikorupsi, diantaranya: Hari Ahad kemarin tanggal 6 Desember HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) bersama umat melakukan aksi serentak di seluruh Indonesia, dengan tema “Selamatkan Indonesia dengan Syariah, Bersihkan Indonesia dari Sistem dan Birokrat yang Korup!” Aksi ini dihadiri puluhan ribu massa. Aksi ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kian merebaknya aksi-aksi korupsi yang dilakoni oleh para koruptor ulung yang menggasak uang rakyat hingga triliyunan rupiah. Semisal kasus Century Gate. Berdasarkan data yang saya dapatkan dari Indonesian Corruption Watch (ICW), Bali Corruption watch (BCW), dan FITRA. Ternyata masih ada beberapa kasus korupsi di negeri ini yang masih mandek. Diantaranya: 1. Kasus korupsi PLN di Borang dan sistem pembayaran online PLN. 2. Kosus korupsi di Komisi Pemilihan Umum dari sisi alat pemindai (scanner), informasi dan teknologi, cetak kertas suara. 3. Kasus korupsi Yayasan Bank Indonesia. 4. Kasus korupsi Pemilihan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom. 5. Kasus korupsi di perbankan, khususnya skandal Bank Century 6. Kasus korupsi di sejumlah daerah yang melibatkan pejabat daerah dan anggota DPRD. 7. Serta 200 kasus korupsi di seluruh Indonesia yang tidak jelas penangannya dari 2002-2006. Miris memang jika kita membuka mata dan jujur saat melihat fakta. Semua ini tentu terjadi bukan tanpa sebab, korupsi hanyalah merupakan akibat yang muncul karna beberapa sebab. Mari kita analisis….. Rezim yang korup ini tidak bisa lepas dari sistem yang korup, yakni Sistem Kapitalisme. Maka tak salah jika saya mengatakan bahwa KAPITALISME ini adalah LOKALISASI bagi PARA KORUPTOR. Karna memang menjadi “tempat” dan lokalisasi yang memberikan kemudahan akses dalam melakukan tindak korupsi baik oleh para penguasa, wakil rakyat, bahkan orang-orang yang menjadi rakyat itu sendiri, terutama bagi mereka, rakyat yang memiliki kekuasaan dengan uang yang berlimpah. Kasus Bank Century dan kasus-kasus korupsi lainnya yang terjadi selama ini adalah buah atau bukti dari bobroknya sistem keuangan dan perbankan kapitalis. Maka solusinya selain harus adanya rezim yang amanah, juga harus ada sistem yang baik yang berdasarkan Islam, itulah syariah Islam. Dan mesti kita fahami bahwa setiap masalah pasti ditimbulkan oleh dua hal. Pertama adalah kesalahan pada sistem. Kedua adalah kesalahan pada orang. Kesalahan pada sistem itu harus diatasi dengan menghadirkan sistem yang lebih baik. Itulah yang disebut sistem syariah Islam. Sedangkan kalau yang terjadi itu kesalahan pada rezim jadi harus menghadirkan rezim yang baik itulah khilafah. HaZna_AliFah my YM: hasnaalifah22


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: