Oleh: nocompromisegirl | 1 Agustus 2009

Press Release Acara MT MHTI Ahad, 19 Juli 2009

PRESS REALESE
Latar Belakang Acara
Faham kebebasan atau liberalisme semakin kokoh tertancap di Negara Indonesia. Hal ini terlihat setidaknya dari dua Undang-Undang (UU) yang telah disahkan oleh pemerintah, yaitu:
1. UU Kesehatan Reproduksi, yang berisi tentang hak-hak remaja untuk mendapatkan penjelasan tentang perubahan fisik dan psikhis remaja; alat kelamin (organ reproduksi), baik anatomis maupun fungsi fisiologis berikut bagaimana proses reproduksi terjadi; kehamilan dan cara pencegahan KTD dan aborsi “aman”; homo dan lesbi harus diakui sebagai suatu identitas seksual; seks bebas yang “aman”; dan info tentang berbagai penyakit menular seksual serta cara pencegahannya. Sekilas pemaparan itu terkesan ilmiah. Namun bila dicermati, isi dan ilustrasi yang diberikan tidak berbeda dengan tayangan porno yang jauh dari pantas dan layak dijelaskan kepada remaja SMP-SMA dan seusianya yang berstatus belum menikah.
Oleh karena itu, tidak salah jika ada yang berkomentar, “ini sama saja menyuruh remaja berseks bebas”. Karena hampir dapat dipastikan, sebagai remaja yang normal, setelah mendapatkan penjelasan itu, akan terbentuk pada dirinya persepsi seksual, yang merupakan stimulator munculnya keinginan seksual (sexual disire).
Apalagi, pemaparan tersebut dilandasi paham kebebasan, yaitu organ reproduksi harus dikendalikan sesuai keinginan masing-masing individu, jadi bisa saja digunakan untuk seks bebas. Yang menurut reproduksi sehat ala ICPD, ini penting dicapai agar terwujud reproduksi sehat.
2. UU Sisdiknas (sistem Pendidikan Nasional), yang berisi tentang pembangunan sekolah bertaraf internasional di setiap Provinsi/Kabupaten/Kota, perluasan dan peningkatan mutu oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), penggunaan kurikulum KTSP, aturan standard kompetensi lulusan/UN, dll. UU yang berbahaya ini dikemas dengan cantik sehingga para praktisi pendidikan tidak menyadari bahwa ide ini dapat menimbulkan banyak masalah, seperti semakin mahalnya biaya sekolah, menyuburkan lahan korupsi bagi karyawan BAN, sekolah dijadikan sebagai ladang bisnis, ide-ide asing/liberal mudah masuk ke sekolah melalui kurikulum yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu pada tanggal 19 Juli 2009 ini kami Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Kota dan Kabupaten Sukabumi mengadakan acara kajian muslimah dengan tema ”Tolak Liberalisasi Pendidikan dan Legalisasi Aborsi, Tegakkan Syariah dan Khilafah”, dengan mendatangkan dua pembicara, yaitu Endang Triastuti, S.P. (Dosen Univ. Muhammadiyah Sukabumi) dan Sinta Rosa Kamila, S.P., M.Pd (Ketua DPD II MHTI Kota Sukabumi). Dengan maksud agar kaum muslimah segera menyadari akan bahaya kedua UU di atas dan bersedia bersama-sama berjuang untuk penerapan syariah dan khilafah yang merupakan solusi bagi permasalahan di atas, sekaligus pemecah seluruh problematika umat.
Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 muslimah yang berasal dari berbagai kalangan: ibu-ibu majelis taklim, mubalighoh, tokoh, organisasi masyarakat (ormas), organisasi politik (orpol), lembaga wanita, akademisi, lembaga swasta, umum, dll. Demikianlah acara ini kami persembahkan untuk melanjutkan kehidupan islam dan kaum muslimin.
Allahu Akbar!

Sukabumi, 19 Juli 2009
MHTI Ko-Kab Sukabumi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: