Oleh: nocompromisegirl | 12 Mei 2009

Menggunjing (al-Ghibah wal Buht)

Ghibah adalah menceritakan sesuatu yang tidak disukainya. Apabila yang kita ceritakan itu tidak ada padanya, maka disebut buht (fitnah). Keduanya sama-sama diharamkan. Dalilnya adalah:

“…Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sabahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(TQS. Al-Hujurat:12)

“Yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.”(TQS. Al-Qalam:11)

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Setiap muslim atas muslim yang lain haram darahnya, kehormatannya, dan hartanya.”(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Tahukah kalian apa ghibah itu? Para sahabat berkata, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah saw. bersabda,”Ghibah adalah jika engkau menceritakan saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.” Para sahabat berkata,”Bagaimana pendapat engkau jika apa yang kukatakan itu ada padanya?” Rasulullah saw. bersabda:”Apabila apa yang kau katakan ada padanya, maka engkau telah menggunjingnya. Apabila yang engkau katakan tidak ada padanya, maka engkau telah mengatakan atas seorang muslim hal-hal yang tidak ada padanya (al-buhtaan).”(HR. Muslim)

Mendengarkan ghibah diharamkan berdasarkan Firman Allah:

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.”(TQS. Al-Mukminun:3)

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaithan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan ini).”(TQS. Al-An’am:68)

Seorang muslim selayaknya menjaga kehormatan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, jika ia mampu melakukannya. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah riwayat Muslim:

“Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain, ia tidak boleh mendzaliminya dan tidak boleh menghinakannya.”

Namun begitu,,ada juga ghibah yang diperbolehkan. Para ulama telah membolehkan ghibah karena enam alasan yaitu, mengadukan kedzaliman, menjadikan ghibah sebagai jalan untuk mengubah kemunkaran, meminta fatwa, memberikan peringatan kepada kaum Muslim dari kejahatan (hal ini termasuk dalam kategori nasihat), menceritakan orang yang terang-terangan melakukan kefasikan dan bid’ah, dan karena memperkenalkan seseorang. Imam an-Nawawi berkata dalam kitab al-adzkar,”Kebanyakan dari sebab-sebab ini telah disepakati sebagai sebab kebolehan ghibah.”. beliau berkata, “Dalil-dalilnya sangat jelas dari hadis-hadis shahih dan masyhur.” Beliau juga telah mengulangi pembahasan tentang ghibah ini dalam kitab Subulus Salam..Al-Qarafi berkata dalam adz-Dzakirah,”Sebagian ulama berkata ada lima perkara yang dikecualikan dari ghibah, yaitu nasihat, mencari rawi dan saksi yang cacat atau yang sehat, orang yang terang-terangan melakukan kefasikan, para pelaku bid’ah, pengarang-pengarang yang menyesatkan, dan ketika orang yang menggunjingkan telah sama-sama mengetahui topik pergunjingannya.”. Wallahu’alam bishawab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: