Oleh: nocompromisegirl | 27 Maret 2009

Tabaqat Mujtahid

Bahasan ini memang telah dibahas sebelumnya, namun artikel yang saya ambil dari ensiklopedi tematis dunia islam hanyalah merupakan sebagai pembanding…

Sedangkan dalam kitab Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, Ijtihad didefinisikan dengan mencurahkan segenap upaya dalam mencari suatu hukum atau beberapa hukum syara’ yang bersifat dzanni hingga ia merasa sampai pada tingkat kesulitan yang tidak bisa dilampauinya lagi. Suatu aktivitas akan digolongkan sebagai ijtihad jika memenuhi 3 perkara, diantaranya:

  1. mencurahkan seluruh upaya hingga ia merasa tidak mampu lagi melampaui apa yang telah ia usahakan.
  2. upaya tersebut dalam rangka mencari hukum syara’ yang bersifat dzanni
  3. pencarian hukum yang bersifat dzanni tersebut berasal dari nash-nash syara’

Dikalangan kaum muslim terdapat 3 jenis mujtahid, yaitu mujtahid mutlaq, mujtahid mazhab dan mujtahid masalah.

Mujtahid Mazhab adalah orang yang mengikuti salah seorang mujtahid dalam satu metode ijtihad, akan tetapi ia berijtihad sendiri dalam perkara-perkara hukum dan tidak mengikuti (hukum-hukum) imam mazhabnya.

Mujtahid Masalah. Ia tidak memiliki syarat-syarat tertentu, tidak pula metode tertentu. Siapapun boleh-selama mempunyai pengetahuan berupa sebagian pengetahuan tentang syara’ dan bahasa yang memungkinkannya-memahami nash-nash syara’. Boleh baginya berijtihad dalam satu permasalahan. Juga boleh baginya menyertakan berbagai pendapat para mujtahid dan dalil-dalil mereka serta kesimpulan-kesimpulan suatu dalil, sehingga dia mampu mencapai pemahaman tertentu terhadap suatu hukum syara’ yang dianggapnya lebih mendekati pada kebenaran, dan menurut dugaannya hal itu adalah hukum syara’.

Adapun Mujtahid Mutlaq adalah orang yang berijtihad dalam huku-hukum syara’, dan berijtihad dengan cara mengistinbath hukum-hukum syara, baik dengan metodenya sendiri sebagaimana sebagian mazhab ataupun tidak. Ia berjalan dengan metode pemahaman tertentu dalam istinbath, seperti para mujtahid di masa sahabat.


Responses

  1. Assalamu’alaikum…mungkin sebaiknya di cantumkan dari kitab syakshiyah berapa? jilid I, II atau III 🙂 Bab apa dan hal berapa.
    namun sepertinya di ambil dari kitab syakshiyah jilid satu ya 🙂

    semangat…

    • O iya maaf lupa, sumbernya dari kitab Asy-Syakhsiyah al-Islamiyah 1… karna dari ketiga jilid yang dikeluarkan, setau saya baru kitab Sakhsiyah jilid 1 yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

    • O iya maaf lupa, sumbernya dari kitab Asy-Syakhsiyah al-Islamiyah 1… karna dari ketiga jilid yang dikeluarkan, setau saya baru kitab Sakhsiyah jilid 1 yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

      • sumbernya bisa dilihat di kitab Asy-Syakhsiyah al-islamiyah karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Jilid 1 Bab Ijtihad dan taqlid pada pembahasan Syarat-Syarat Ijtihad hal. 310-319

      • sumbernya bisa dilihat di kitab Asy-Syakhsiyah al-islamiyah karya Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Jilid 1 Bab Ijtihad dan taqlid pada pembahasan Syarat-Syarat Ijtihad hal. 310-319

  2. *

    mas Kurnia, memang benar ustad Taqiyuddin adalah seorang mujtahid mutlak, berdasarkan kriteria yang tertera dalam kitab Asy-Syakhsiyah al-Islamiyah, maka beliau dapat dikategorikan sebagai seorang mujtahid mutlak.. nah mengenai artikel tabaqat mujtahid yang saya ambil dari sumber ensiklopedia tematis umat Islam, hanya berupa pembanding saja. Ternyata terdapat perbedaan di antara kedua sumber tersebut dalam hal pengklasifikasian. Namun dalam hal ini, saya cenderung lebih mengambil dari kitab Asy-Syakhsiyah al-Islamiyah. Bahwa Mujtahid hanya digolongkan menjadi 3 saja, yaitu: mujtahid mazhab, mujtahid masalah dan mujtahid mutlaq..
    Jadi artikel tabaqat mujtahid yang saya posting yang bersumber dari ensiklopedi tematis umat Islam, hanya dijadikan sebagai pembanding dan pengetahuan saja..

    nocompromisegirl dibahas juga di dalam 27 Maret 2009 pada 9:53 AM

    JAZAKILLAH TEH ENO, SUDAH MEREPOTKAN

    MEMANG DARI DUA TULISAN TSB ADA BEBERAPA PERBEDAAN DIANTARANYA;

    1.JUMLAH TINGKATAN MUJTAHID
    2.DEFINISI MASING2 MUJTAHID
    3.LEVEL TERTINGGI SEORANG MUJTAHID

    TAPI KALAU MENURUT SAYA BIARPUN SEORANG ULAMA TELAH MENCAPAI LEVEL TERTINGGI(mujtahid mutlak)TIDAK BERARTTI DIA SECARA MUTLAK LEBIH BERTAQWA DAN BERILMU DIBANDINGKAN DG MUJTATAHID YG BERADA DILEVEL BAWAHNYA
    KEMUDIAN TENTANG SEBUTAN MUJTAHID MUTLAK YG DIBERIKAN KEPADA SYEKH TAQI,SETAHU SAYA BELUM ADA KESEPAKATAN DIANTARA PARA ULAMA ATAU UMAT ISLAM,BAHKAN SEBAGIAN MENOLAK,ADAPUN YG MENYEMATKAN SEBUTAN ITU ADALAH PARA PENGIKUTNYA.
    TEH ENO YG DIMULIAKAN ALLAH, BOLEHKAH SAYA TAHU HASIL IJTIHAD DARI SYEKH TAQI ? KEMUDIAN APAKAH ADA KARYA SYEKH TAQI MENGENAI ILMU AL QURAN DAN ILMU HADIS ?
    BOLEHKAH SAYA TAHU MENGAPA TEH ENO CENDERUNG MENGAMBIL PENDAPAT SYEKH TAQI (SYAKHSIYAH) DARIPADA YANG LAIN? NUHUN

  3. ADAPUN KALAU ADA YG MENGATAKAN BAHWA SYEKH TAQI ITU SEORANG MUJTAHID ITU SAYA PRIBADI SEPENDAPAT,MENGINGAT BELIAU PERNAH MENJABAT SEBAGAI QADLI,PALING TIDAK BELIAU ADALAH MUJTAHID MASALAH,DALAM HAL INI TENTU TERKAIT DG PEKERJAAN BELIAU YG MEMANG MEMUNGKINKAN BELIAU UNTUK BERIJTIHAD,ADAPUN KALAU DISEBUT MUJTAHID MUTLAK WALLAHUA’LAM,TAPI MUNGKIN SAJA KALAU KITA MENGACU KEPADA KITAB SYAKHSIYAH TSB,YG BELIAU KARANG SENDIRI,ADAPUN PIHAK YG TDK SETUJU ADALAH MEREKA YG MEMPERTANYAKAN KAPASITAS BELIAU DI BIDANG ILMU HADIS,KARENA SULIT DIJUMPAI MURUD BELIAU YG DIANGGAP AHLI HADIS

  4. syaksiyah jilid I, II, III merupakan hasil karya beliau. cukup itu saja dulu 🙂 tapi saya fikir mas kurnia juga tahu hasil karya beliau yang lain, di kitab mutabanat yang lain juga banyak terdapat hasil ijtihad beliau. bahkan hizbut tahrir sendiri yang beliau dirikan memiliki ushul fiqih sendiri, tapi bukan berarti hizbut tahrir itu mazhab. silahkan klik di

    http://hizbut-tahrir.or.id/2008/04/29/pemikiran-ushul-fiqh-hizbut-tahrir/

    kemudia liha pendapat beliau tentang syirkah di

    http://hizbut-tahrir.or.id/2007/10/01/jual-beli-saham-dalam-pandangan-inslam/

    atau di
    http://wisnusudibjo.wordpress.com/2008/03/21/menimbang-%E2%80%98illat-syar%E2%80%98iyyah/

    mas kurnia, saya sepakat ketika menjadi mujtahid mutlak bukan berarti ia lebih bertaqwa, namanya juga mujtahid kan “mengeluarkan pendapat”:-)

    satu hal yang penting, bukan permasalahan beliau mujtahid mutlaq atau masalah, namun sejauh mana kita yang sedikit kemampuan ini bisa “faham” terhadap hasil karya beliau, maksudnya tidak menajdi muqalid ‘am, namun menjadi muqalid mutabi’ ketika berhujah dgn pendapt beliau. ya tho mas heee…:-)

  5. Yang penting bagi kita tidak menjadi bebek, ngikut saja pendapat orang tanpa tahu landasannya. Sebab, di akhirat nanti, pertanggungjawabannya sendiri-2.

  6. Kalau ada tingkatan atau level di kalangan ahli syariah, sebenarnya bukan derajat keimanan atau ketaqwaan, melainkan tingkat keahlian dan profesionalitas. Ibarat dunia kedokteran, ada dokter umum dan ada dokter spesialis. Tapi semua itu bukan jaminan bahwa dokter tidak akan terserang penyakit atau tidak bisa mati.

    Syeikh Abu Zahrah, ulama besar Mesir mencoba membuat klasifikasi para ahli ijtihad menjadi beberapa klasifikasi, misalnya mujtahid mutlaq (mustaqil), mujtahid muntasib, mujtahid fil mazhab dan mujtahid fi at-tarjih.

    1. Mujtahid mutlaq (mustaqil)

    Ini adalah level mujtahid yang paling tinggi. Untuk sampai ke level ini, awalnyaseseorang harus memenuhi dulu standar dasar yang harus dimiliki seorang mujtahid.

    Kemudian tambahannya adalah dia harus bisa membuat metologi ijtihad (ushul fiqih) sendiri tanpa meniru atau mengadaptasi dari orang lain. Dari hasil konsepnya itu, dia melakukan ijtihad pada semua sisi kehidupan mulai dari urusan thaharah sampai urusan kenegaraan, yang kemudian disusun menjadi kumpulan hasil ijtihad yang murni hasil dari kesungguhan dirinya. Bukan kutipan juga bukan contekan dari mujtahid lain. Kecuali kalau kebetulan hasilnya sama.
    dlm kitab yg dikeluarkan syeikh taqi… beliau jg mengeluarkan ushul fiqih
    yg artinya hkm asal suatu benda adl mubah sebelum ada dalil yg mengharamkannya.
    hkm asal suatu perbuatan adl terikat dgn hkm syara.
    yg saya tau itu.
    jd kesimpulannya syeikh taqi.. adl seorang mujtahid mutlaq


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: