Oleh: nocompromisegirl | 24 Maret 2009

Tabaqat Mujtahid

Dalam pemikiran fikih dan syariat, dikenal peringkat (tabaqat) orang yang melakukan ijtihad yang disebut mujtahid. Peringkat tersebut berdasarkan atas tingkat kedalaman ijtihad dan syarat ijtihad yang dimiliki mujtahid. Dengan demikian, ada mujtahid yang mampu merumuskan metodelogi ijtihadnya sendiri dan ada yang hanya melakukan ijtihad dalam masalah tertentu.

Secara garis besar, peringkat ijtihad dilihat dari bidang ijtihadnya dapat disusun dalam tiga kategori. Pertama, ijtihad dalam melakukan istinbat hukum dan menyusun metodeloginya. Kedua, ijtihad dalam menjelaskan hukum hasil istinbat dan ketiga, ijtihad dalam menerapkan hukum. Dengan begitu, secara terperinci peringkat mujtahid dapat dipaparkan sebagai berikut;

1) Mujtahid fi asy-syar (mujtahid dalam bidang syariat) atau disebut al-mujtahid al-mustaqill (mujtahid yang mandiri). Ia mampu membentuk kaidah hukum dan metodeloginya sendiri secara orisinal sebagai dasar pembentukan fikihnya. Imam mazhab, seperti Abu Hanifah dan asy-Syafii termasuk dalam peringkat ini. Persyaratannya ialah menguasai bahasa Arab dan seluruh cabang ilmunya seperti ilmu tafsir, hadis dan metode istinbat hukum.

2) Mujtahid mazhab atau al-mujtahid al-mutlaq (mujtahid mutlak) yaitu orang yang memiliki syarat ijtihad peringkat pertama. Akan tetapi ia tak membentuk kaidah hukumnya sendiri, ia mengikuti metode ijtihad imam mazhab. Mujtahid peringkat ini ialam murid imam mazhab.

3) Mujtahid muqayyah (mujtahid terikat) yaitu orang yang melakukan ijtihad dalam bidang tertentu. Ia berijtihad dalam masalah hukum yang tidak ada nash-nya dalam mazhabnya.

4) Mujtahid at-tarjih (mujtahid yang melakukan tarjih) yaitu orang yang mengkaji hukum secara mendalam untuk mengetahui argumen terkuat dari pendapat imam mazhab atau mentarjih pendapat imam lainnya.

5) Mujtahid fatwa atau mujtahid yang membuat fatwa, yaitu orang yang melakukan ijtihad dengan melakukan pemeliharaan mazhab, mengutip dan memahaminya. Ia dapat membedakan pendapat mana yang terkuat dan mana yang lemah dari mazhabnya, tetapi tidak menetapkan dalil. Mujtahid peringkat ini, seperti para penulis matan, meliputi antara lain al-Kanz, dengan karya Radd al-Mukhtar ‘Ala ad-Durr al-Mukhtar (Menolak yang Terpilih atas Dasar yang Terpilih) dan Al-Wiqayah (Pemeliharaan) dari kelompok Hanafiyah, dan Ar-Rafi’i serta Nawawi dari kelompok Syafi’iyah. ensiklopedi tematis dunia Islam


Responses

  1. terkait pernyataan mbak no bahwa syekh taqi adalah mujtahid mutlak

    jadi syekh taqi tidak memiliki kaidah hukum sendiri?
    memangnya guru syekh taqi imam mahzab yang mana?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: