Oleh: nocompromisegirl | 19 Maret 2009

Statesman Vs Rotten Politician

Negarawan…kata2 ini mulai muncul di benak saya ketika saya mendengar beberapa teman yang selalu membicarakan hal itu, seolah agenda hidupnya adalah untuk menjadi seorang negarawan superhero penyelamat negaranya. Tapi disaat yang bersamaan, saya juga berfikir, emang Negarawan tuh apaan?? Pejabat, Presiden ato Orang2 yang kerjaanya ongkang2 kaki di kursi DPR. Lalu saya mulai penasaran dengan apa yang namanya Negarawan, saya mulai tertarik, karna saya juga punya tujuan yang sama dengan teman2 saya itu, ingin menyelamatkan Indonesia biar jadi lebih baik, tapi saya juga berfikir, kalo misalnya untuk jadi negarawan dan menyelamatkan Indonesia harus dengan jalan memegang kekuasaan lantas ikut berenang di kolam kotor Demokrasi, apa jadinya saya??!! Kayanya ada yang masih blank di otak saya, oh ya.. arti Negarawan Sejati?? Negarawan Sejati,haruskah menjadi pemegang kekuasaan??menjadi pejabat??ato presiden??ato bahkan ga perlu pegang kekuasaan pun kita bisa seorang negarawan?? Lalu apa bedanya dengan Politisi Busuk??.. Mari kita simak bahasan di bawah ini.
Sebenarnya ada dua jenis karakter politisi, diantaranya adalah Politisi Sejati (Negarawan) dan Politisi Busuk (Rotten Politician).
Lalu, siapakah Negarawan itu??
Kebanyakan orang berpendapat bahwa seorang negarawan adalah penguasa atau orang2 yang memerintah suatu negara, sehingga mereka memberikan julukan tersebut hanya kepada seorang kepala negara, perdana menteri, atau pada orang2 yang memiliki kedudukan dalam pemerintahan. Dan pada akhirnya, mereka tidak memberikan julukan Negarawan selain kepada orang2 di atas. Lebih jauh lagi, mereka membagi warga negara dalam 2 klasifikasi, yaitu negarawan dan warga biasa. Negarawan diantaranya adalah julukan bagi para penguasa, sedangkan warga biasa merupakan julukan bagi para pejabat dan pegawai pemerintahan biasa yang tidak memiliki kekuasaan.
Pemahaman di atas merupakan pemahaman yang salah, karena seorang penguasa atau orang2 yang duduk dalam pemerintahan belum tentu dia adalah seorang negarawan, bisa iya, bisa juga bukan, begitupun sebaliknya, seorang negarawan, tidak harus seorang penguasa atau orang yang menduduki kursi pemerintahan. Dia bisa saja dari kalangan Pedagang ataupun Mahasiswa. Karena seorang Negarawan yang sesungguhnya adalah seseorang yang memiliki pemikiran kreatif dan Inovatif serta memiliki mentalitas seorang pemimpin, dapat menyelesaikan permasalahan, dan dapat membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat umum. Dialah seorang Negarawan Sejati yang bisa saja muncul di tengah2 masyarakat tanpa harus ia menduduki posisi dan jabatan dalam kepemerintahan. Seorang Negarawan sejati adalah orang yang mendasarkan setiap perilakunya pada sebuah kebenaran yang hakiki atau dengan kata lain ia memiliki sudut pandang (Ideologi) tertentu dan ia konsisten untuk memegang teguh ideologi tersebut, sedangkan politisi busuk adalah orang yang tidak memiliki pendirian dan ia akan senantiasa menggunakan segala cara -walaupun tidak sesuai dengan ideologi yang ia pegang- asalkan ia dapat memperoleh kemenangan.

How To Be a True Statesman?
1. Ia harus memiliki sudut pandang tertentu dalam kehidupannya berupa pemikiran yang menyeluruh (Ideologi).
2. Ia harus memiliki sudut pandang tertentu yang dapat mencapai kebahagiaan yang hakiki dalam seluruh aspek kehidupan.
3. Ia harus memiliki suatu peradaban yang dapat mengangkat manusia dalam keadaan yang lebih luhur dalam bentuk kehidupan yang lebih tinggi dengan membangun aspek pemikiran yang tinggi dan memadu padankannya dengan nilai2 kehidupan yang luhur.
Lebih jauh lagi dalam sudut pandang Islam, Seorang Muslim yang mengaku dirinya adalah seorang negarawan, yaitu ketika ia memegang teguh Ideologi Islam dan menjadikannya sebagai Kepemimpinan berfikirnya dalam menyelesaikan segala problematika kehidupan dan ia akan senantisa memegang teguh itu, sedangkan politisi busuk adalah orang yang menghalang-halangi diterapkannya Syariah Islam secara menyeluruh (Kaffah). Walau mungkin secara Ideologis, banyak orang yang layak disebut sebagai seorang negarawan walaupun ia menolak tegaknya syariah Islam.
So Fren, jadi seorang Negarawan ternyata ga perlu ikut2an berenang di kolam kotor Demokrasi.[hasnaalifah/disarikan dari buku Political Qoutient karya MD. Riyan]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: