Oleh: nocompromisegirl | 13 Maret 2009

Save The Ikhwan…

Upz…!! Kenapa harus save the ikhwan?? Qta kan lagi ngobrol sesama akhwat, qo bahasannya ikhwan!! Ooo..tenang-tenang, qta bukan mu ber-ghibah qo, justru qta mu berlatih bersama untuk jadi Tim Penyelamat Ikhwan (TPI),hee.. jangan mau kalah dunk, kalo dikalangan pengacara kan ada Tim Pengacara Muslim(TPM), kalo di akhwat ya ada TPI, upz just kidding… kenapa juga ya mesti ikhwan dulu, kenapa ga akhwat dulu za?? Kan masih banyak tuh sodara-sodara qta yang butuh bantuan, masih banyak yang belum sadar akan kewajibannya sebagai seorang muslimah…iya kan??!!

Eit.. jangan sewot dulu dunk, tanpa mengesampingkan itu, qta juga harus bertindak adil.. qta ga Cuma diwajibin ber-amar ma’ruf nahiy munkar CUMA sama akhwat za, tapi juga sodara qta para ikhwan. Salah satunya adalah dengan Saling menjaga Iffah (kehormatan)… spesifiknya, qta simak bahasan selanjutnya….

Awalnya Cuma obrolan biasa sambil menunggu waktu ngaji tiba, waktu itu saya bertanya masalah ikhtilat dalam rapat organisasi di senat mahasiswa, maklum.. masalah ini yang selalu membuat otak saya penasaran, hingga terus bertanya sampe faham… , tapi.. tiba2 qta sampe pada bahasan intraksi ikhwan dan akhwat (maknai sebagai laki2 dan perempuan yang udah ngaji,ox!), saat itu Musyrifah (Guru Ngaji) saya berbagi pengalaman tentang intraksi antara ikhwan dan akhwat di lingkungan kampusnya dulu. Beliau bilang bahwa ada kecenderungan sebagian akhwat atopun ikhwan Cuma bakal jaim kalo di depan sesama aktivis dakwah, tapi kalo udah ketemu sama yang bukan aktivis katakanlah yg msih awam, uuh jaimnya ilang deh.. baru ketauan aslinya…ga jarang diantara para aktivis yang tiba2 ‘amnesia’ ketika berhadapan dengan ikhwah yang masih awam, jadi lupa menjaga apalagi menundukkan pandangan, bahkan ada juga yang bicara sambil berhadap-hadapan, dan tanpa perlu fikir panjang, saya pun langsung meng-amininya. Karna memang realitanya seperti itu… apalagi jika ia lebih sering berada di lingkungan yang hedonis, naudzubillah deh!! Smua nie perlu jadi bahan evaluasi buat qta terutama para aktivis, ngaku nie ya…harus jujur lho!! kenapa ikhwan/akhwat dan laki2/perempuan, katakanlah yang masih awam diperlakukan secara berbeda. Tanya kenapa?? Jawabannya ada pada diri qta masing2. Smoga bukan karna magnetnya ikhwah ato muslim/ah qta yang udah ngaji, jauh lebih dahsyat dibanding sodara/i qta yang belum ngaji,,,!!! Makanya Cuma jaim sama yang sesama aktivis,,upz tapi smoga za bukan karna itu ya…J dari situ, musyrifah saya mengingatkan, bahwa selayaknya qta memperlakukan smua orang sama, tetap menjaga iffah, mau ke sesama aktivis atopun sama orang awam… so sampe sini, qta sepakat ya… ga ada perlakuan yang berbeda dalam hal menjaga interaksi dengan lawan jenis, baik kepada sesama aktivis atopun orang awam, smuanya sama…

Ox.. qta lanjutin bahasannya… sebelum kita sampai pada misi penyelamatan sdra kita (inget ya, udah ga ada pembeda, mu ikhwan ngaji ato orang awam, keduanya sama!! Harus qta selametin) qta harus cari tau dulu, alasan kenapa mesti para akhwat yang menyelamatkan mereka? Kenapa itu ga jadi urusan mereka sendiri za? Pertama, qta punya kewajiban ber-amar ma’ruf nahiy munkar, Kedua, qta adalah makhluk sosial yang akan senantiasa berinteraksi, dalam hal muamalah, pendidikan dan kesehatan, nah dalam wilayah itu sangat memungkinkan interaksi antara keduanya, disitulah butuh penjagaan dari masing2 pihak (ikhwan juga akhwat), Ketiga, dalam sebuah hadis mengatakan bahwa, Nabi SAW bersabda:”Tidak sekali-kali aku tinggalkan suatu fitnah yang paling membahayakan diri kalian, selain fitnah perempuan.”(HR. Bukhari), ada juga hadis dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Saya tidak meninggalkan fitnah yang paling berbahaya setelah sepeninggalanku bagi kaum laki-laki dari perempuan.” (HR. Bukhari Muslim dan At-Turmudzi), Dari Abi Sa’id Al Khudzri ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Takutlah kepada perempuan, karena fitnah yang pertama muncul di Bani Israil adalah dari perempuan.” (HR. Muslim) atau lihat juga dalam QS. At-Taghabun:14-15, lebih jauh lagi wanita bisa menjadi tipu daya, bisa dilihat dalam QS. Yusuf: 32,34,50… itu memang watak perempuan, maka ia menjadi tempat yang mendorong munculnya fitnah dan kecemburuan… nah alasan yang ke-3 inilah yang akan kita bahas lebih lanjut…

Buat para akhwat, jangan pada naek darah dulu, ox!! Kita diciptakan Allah SWT dengan beragam keindahan, semua yang ada dalam diri wanita adalah hal yang indah, bagaikan perhiasan, ia harus di jaga, karna (skali lagi) wanita itu begitu indah…

Perhiasan yang paling indah

Bagi seorang abdi Allah

Itulah ia wanita solehah

Ia menghiasai dunia

(Wanita Solehah, The Fikr)

Wanita yang senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan maksiat terhadap Allah, dan menjalankan seluruh perintah Allah. Itulah wanita solehah…

Bahkan demi menjaga kehormatan wanita, di salah satu wilayah di Indonesia sempat akan diberlakukan Perda tentang pelarangan perempuan keluar malam, tapi sayang, Perda itu ga berhasil di goalkan, dengan alasan karena Perda itu berbau Syariah Islam. Tapi dengan adanya keinginan meng-goalkan Perda itu, setidaknya kita tau bahwa masyarakat, terutama kaum laki2 masih meng-asumsikan adanya kodrat perempuan sebagai figur penggoda. Perempuan dianggap menggiurkan, menggoda, menjatuhkan dan melalaikan seorang pria dari segala kewajiban agama.

Wanita begitu Indah, sehingga membuat orang yang menatapnya tertegun dan terkagum2 bahkan ingin memiliki, maka ga salah kalo wanita itu disebut perhiasan. Siapa sih yang ga pengen memiliki perhiasan. Layaknya perhiasan di toko emas, ia disimpan di lemari kaca, bahkan jika ada tangan yang mencoba menyentuh, langsung dituduh akan mencuri, ga jarang alarmpun ikut berbunyi.. seketat itu pulalah selayaknya penjagaan terhadap wanita…

Kita kembali pada bahasan pokok kita. Setelah kita tau karakteristik dan watak kita, maka sudah selayaknya kita jaga dengan sebaik mungkin.. Islam sudah memberikan batasan tanpa mendiskriminasi wanita.. inilah misi penyelamatan yang harus dilaksanakan para akhwat. Akhwat diwajibkan menutup aurat dengan jilbab (QS. Al-Ahzab:59) dan kerudung (QS. An-Nur:31), smua ini dimaksudkan untuk menjaga pandangan kaum ikhwan agar mereka tidak bermaksiat karenanya, agar mereka tidak memiliki keinginan untuk terus menatap yang belum menjadi haknya. Kata mas Salim A. Fillah dalam bukunya NPSP, bliau mengatakan bahwa imajinasi kaum lelaki begitu tinggi, maka jagalah nada suaramu ukhti, karna smua itu bisa menjadi denting2 frekuensi yang bisa menerbitkan gejolak hati. Lihat Firman Allah SWT dalam Al-Ahzab:32. next, ilmu kesehatan masa kini jelas menyebutkan, bahwa ada sebuah indra pemicu ketertarikan terhadap lawan jenis yang letaknya di hidung. So buat para akhwat yang suka berparfum ria, ”Wanita mana saja yang memakai haruman kemudian keluar dan lewat di muka orang banyak agar mereka mendapati baunya, maka dia adalah pezina.”(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Last, kita harus jaga jarak, ”Janganlah seorang laki2 berkhalwat dengan seorang wanita yang bukan mahromnya dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama mahromnya.”(HR. Bukhari dan Muslim), hadis ini memuat larangan untuk berkhalwat. Khalwat mencakup pengertian keberduaan yang kita merasa terganggu jika hadir sosok ketiga, maupun keramaian yang bersepakat untuk berpasangan. Tapi terkadang ga dipungkiri, ada darurat yang mengharuskan kita bersikap lain. Tentu lain halnya dengan sikap men-darurat-kan diri, maka mintalah fatwa pada hatimu dengan penuh kejujuran… yang pasti, jangan sampe memunculkan fitnah bagi keduanya.

So buat para akhwat, itulah misi kita. Penjagaan terhadap diri kita yang sesuai dengan tuntunan Qur’an dan Sunnah-lah yang ternyata dapat menyelamatkan diri kita dari maksiat terhadap Allah, juga menyelamatkan para ikhwan agar mereka juga tidak bermaksiat. N 1 pesen dari saya buat para ikhwan, ”Wanita itu banyak fitnahnya, maka saya mohon jagalah iffah (kehormatan) kami, agar kami tidak terjerumus pada fitnah orang2 yang membenci kami juga Islam…sebagaimana kami juga akan menjaga iffah kalian.”

[hasnaalifah]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: