Oleh: nocompromisegirl | 13 Maret 2009

Jangan Ekspose Kami!!!

Ya begitulah keinginan para akhwat jika menyelenggarakan sebuah acara buat publik atopun intern. Saat acara berlangsung, para akhwat pasti minta para ikhwan saja yang mengomandoi dan memegang acara secara penuh. Biasanya para akhwat lebih milih untuk berada di belakang layar. Kita bisa liat contohnya ketika ada sebuah acara yang di dalamnya ada pembacaan Al-Qur’an dan saritilawah. So pasti, ikhwanlah yang kebagian bertugas untuk membacanya. Begitupun dengan tugas sebagai MC/moderator, pastilah ikhwan juga yang kebagian tugas itu. Seperti ada semacam ke-tabu-an kalo akhwat ter-show-up kan. Begitupun kepanitiaan yang sifatnya membuat wanita harus tampil di publik. Ga smua akhwat mau n ga smua akhwat menolaknya.

Kayanya kebiasaan seperti ini bukan hal yang biasa buat khalayak umum. Banyak yang mempertanyakan kenapa para akhwat “disembunyikan”. Kenapa kreatifitas mereka “dibunuh”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini adalah pertanyaan yang biasa muncul dari orang2 penganut faham demokrasi. Atas nama kesetaraan gender mereka memaksakan ide bobrok mereka tentang hak kesamaan pria dan wanita dalam bingkai demokrasi untuk disusupkan ke dalam dada kaum muslimin. Sehingga jangan aneh, ketika ada orang yang mencoba menerapkan syariah Islam dalam kehidupan-dalam hal ini pergaulan-dianggap tabu dan aneh. Seperti apa yang mereka lakukan di Afghanistan contohnya. Setelah mengambil alih kekuasaan, Amerika membuat para wanita berani membuka jilbab dan tampil secara bebas di ruang publik. Hal ini juga sudah terjadi di negeri kita tercinta, Indonesia. Mereka memberikan faham bahwa wanita juga harus ‘setara’ di ruang publik, memegang tampuk kekuasaan contohnya, atau menjadi anggota legislatif seperti dengan diberlakukannya 30% kuota perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. Itu akan kita bahas lebih jauh di artikel bulan depan…

Saya akan dengan lantang mengatakan bahwa Amerika dan Demokrasinya sangat Bodoh!!! Bener2 bodoh.. mereka ga tau kalo yang namanya wanita muslimah justru lebih nyaman dan bakal ngerasa tentram hatinya kalo bermain di balik layar secara aktif. Justru wanita muslimah akan merasa sangat tersiksa jika mereka di ekspose di ruang publik. Benar2 sangat tersiksa!! Saya bener2 pernah merasakan bagaimana tersiksanya harus memimpin sebuah kepanitiaan yang anggotanya terdiri dari beberapa ikhwan. Ooh.. Tidaaaak!! Saya bener2 ga sanggup dan ga mau lagi…. Bagi kaum muslimin/muslimah, perlu kita tau bahwa mengekspose wanita seperti ini adalah melanggar syariat.

Dalam menanggapi dan menyikapi rumor2 terhadap kaum muslimah. Kita juga harus bijak dan proporsional. Tentang mana batasan aurat.. banyak para akhwat yang nolak jadi moderator/ MC karna diantara mereka menganggap bahwa suara wanita itu adalah aurat. Kalo begitu, tunjukkan dan telitilah mana hadis atau ayat yang menyatakan secara tegas dan shahih bahwa suara wanita adalah aurat. Kalo suara wanita adalah aurat, wanita ga boleh dong bicara sama ikhwan yang bukan mahromnya. Wanita Cuma boleh diem, gto dan Cuma boleh bicara sama yang muhrimnya za. Tapi Islam ga gitu lho!! Suara wanita ga slamanya aurat. Hanya saja, itu bakal jadi aurat kalo wanita itu sengaja main2in suaranya buat ngegoda ikhwan. Misalnya nyanyi-nyanyian depan ikhwan, atau berbicara dengan suara desahan yang bisa membangkitkan syahwat. Nah ini yang kita kenal dengan kaum musrifiin atau mu’tadiin (berlebih-lebihan dan melampaui batas).

Jika alasan para akhwat menolak menjadi moderator atau MC adalah demi menjaga diri dari pandangan para ikhwan. Ini baru bisa dibenarkan. Dan memang sudah seharusnya ikhwan lebih utama. Tapi kalo seandainya kaum ikhwan udah bener2 ga ada yang mampu n bisa , akhwat boleh menggantikannya, tapi tentu dalam batas kewajaran dan ga nabrak rambu2 dalam syariah islam.[hasnaalifah]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: