Oleh: nocompromisegirl | 13 Maret 2009

Beginilah Akhwat…

dRiser..sebenernya apa yang saya tulis ini adalah buah dari keinginan salah seorang sahabat saya waktu SMP, sekarang setelah dia jadi mahasiswi psikologi di UNJANI, keinginannya itu semakin tertancap kuat saja. Pasalnya, 6,5 tahun yang lalu ketika kami masih kelas 1 SMP, kami sering banget ngeliat cewe berkerudung lebar dan berjilbab berseliweran di depan sekolah, ya maklum, karna saat itu kami sekolah di sebuah kota yang punya julukan “Kota Santri”. Walo saat itu kami belum sama sekali berkerudung, tapi kami melihat ada sisi lain, sebuah kelebihan yang mereka miliki, yang kami ga punya. Nah karna kita paling seneng ngamatin orang2 “aneh”(maksudnya beda tampilan dan sikap dari cewe yang biasa mejeng n nongkrong di pinggir jalan waktu itu) kami memutuskan untuk mengamati mereka setiap hari, bahkan kita bela2an dateng ke stiap acara keagamaan buat ngamatin sikap mereka. Setiap kami melihat mereka tersenyum, senyumnya tulus, ga kaya kami waktu itu, uh ngakak abis..mereka juga sering menundukkan pandangan, he.. kami kadang suka iseng waktu itu, di pikiran kami, apa tu cewe ga takut kejedug tiang listrik apa kalo nunduk terus. Ah tapi itu kan pikiran kami dulu, waktu masih Oon masalah agama. Tapi sekarang, kami berdua udah pake kerudung, walo temen saya belum berjilbab dan saya udah berjilbab, tapi kami tetep jadi sahabat kaya doeloe dan bahkan temen saya makin seneng, karna dia fikir, dia bisa meneruskan misinya untuk ngamatin cewe2”aneh” itu lebih mudah, dengan senyum menyebalkannya ketika kami bertemu saat halal bihalal pas kemaren lebaran, dia bilang”kayanya ga perlu jauh2 dan harus dateng ke acara keagamaan kaya dulu, cewe’aneh’nya za udah ada di hadapan gue nieh”, uh bener2 tuh anak, tapi akhirnya, kita sepakat untuk melanjutkan misi kami dengan mengamati cewe2 “aneh” di sekitar lingkungan kampus dia dan kami sepakat mengganti julukan cewe”aneh” dengan kata akhwat.

Sebelum kita terusin bahasan tentang akhwat, biar lebih fokus dan menyamakan persepsi sementara, maka maknailah kata’akhwat’ sebagai sekelompok wanita muslimah yang baik yang udah nikah ataupun belum, dan punya tingkat perhatian yang tinggi terhadap perkembangan dakwah Islamiyah. Oke, mari kita selami hasil pengamatan kami dengan berbagai buku rujukan sebagai pendamping.

Ternyata, selain tampilan luar yang begitu anggun nan santun, akhwat tuh punya beberapa karakter unik lain, di antaranya:

Ï Pinter Nutupin Perasaan(Iya ga?!)

Biasanya nie ya, para akhwat itu jauh lebih jago nyembunyiin perasaan dibanding ikhwan. Akhwat Cuma bakalan ngomong sama orang2 tertentu aja, yang bener2 deket n bisa dipercaya. Bahkan buat ngegambarin ini, para pujangga menyebut wabita dengan”Manusia seribu rahasia. Makhluk yang tak dapat kau tau apa maunya. Keindahan yang sulit ditafsirkan, serta kecantikan yang membuat letih mencari maknanya” . so, mau seperti apapun tersiksanya nyembunyiin perasaan, para akhwat bakal ”berjihad” untuk tetap menjaganya dalam hati dan disimpan dalam peti perhiasan.

Ï Sedikit Eksklusif dalam Pergaulan

Biasanya para akhwat lebih cenderung untuk bergaul dengan cewe2 yang udah pada peke jilbab n krudung ato yang udah pada jadi akhwat, padahal harusnya mereka tuh justru ngedeketin orang yang masih awam. Dan kewajiban kita tuh Cuma nyampein risalah, bukan mengubah palagi ngasih hidayah. Lihat TQS. Al-Baqarah:272 dan s-Syuura:48

Ï Sensitif Abis Masalah Cinta

Tingkat sensitifitas akhwat tuh jauh lebih peka dibanding para ikhwan. Stiap perilaku ikhwan ditafsirkan dengan berbagai makna. Ga sedikit juga akhwat yang suka meng-cross-check tentang sikap seorang ikhwan dengan akhwat lain. Padahal smua itu mereka lakukan Cuma buat mastiin apakah yang dia alami dan dapati dari seorang ikhwan sama kaya akhwat lain,”jangan-jangan…jangan-jangan…..si ikhwan Cuma berbuat gini sama aku.” yaaa…….begitulah akhwat. Sejak dulu, sensitifnya tiada akhir.He…He…He…. dan ini terjadi bukan tanpa sebab,smua ini terjadi karna sang akhwat sangat ingin menjaga hatinya dari persangkaan yang ngga2. nah dari penjagaan yang ketat inilah justru membuat dirinya sibuk mempertanyakan segala sesuatu yang menghampirinya atas perilaku seorang ikhwan. Tapi ga stiap akhwat Geer-an lho, tu Cuma sbagian. Sikap n reaksi mereka macam2. Ada yang justru makin bersemi cintanya, malah ada yang justru makin menjauh, dan bahkan ada yang jadi ngerasa kesel karna udah nodain persahabatannya ama percintaan yang”ngga mutu”.

Ï Akhwat tuh Punya Ghirah(Smangat)yang Dahsyat!

Nah para akhwat ini biasanya punya semangat dakwah yang luar biasa. dRiser bisa ngeliat misalnya pas lagi masiroh(”demo”) para akhwat bisa jauh lebih smangat, bahkan dari sebagian mereka, rela berpanas2an sambil ngegendong anak. Ato bisa kita liat juga dalam setiap acara kajian ato sminar, biasanya jumlah peserta akhwat bisa 2 kali lipat peserta ikhwan. Juga bisa kita lihat dari kesanggupan para akhwat untuk mengikuti rapat2 dalam setiap kegiatan. Sampe para ikhwan udah pada letih pas rapat, namun para akhwat bakal bersikeras untuk menyelesaikan rapat yang belum pasti hasilnya. Bahkan terkadang para akhwat menantang untuk melanjutkan rapat pada pertemuan berikutnya. Sambil cengar-cengir , para ikhwan pun menyanggupi permintaan para akhwat untuk rapat lagi…rapat lagi… Cuape deh…

Saudaraku… beginilah kita (Para Akhwat), jadikan setiap apa yang terurai di atas sebagai perenungan yang membangun. Dan perlu dicatat.. bahwa apa yang saya uraikan di atas hanyalah hasil pengamatan, jadi ga mutlak stiap akhwat kaya gitu, karna setiap orang kan pasti punya karakteristik dan kelebihan yang berbeda-beda. Karakter yang saya uraikan ”mungkin” cenderung sedikit banyak yg negatif ,walo yang positifnya juga ada. Namun justru itulah, membicarakan kelemahan sendiri, tentu hal yang sangat berat yang harus kita sadari dan akui. Maka Azzamkan(tekadkan), bahwa mulai sekarang kita harus perbaiki bersama. Kalo kata Ustad Syathori Abdur Rouf pernah mengatakan dalam kajian manajemen qolbunya:

Orang yang tersinggung karena hinaan, kemudian membalasnya, maka sebenarnya yang sakit pada dirinya adalah akalnya bukan hatinya yang sakit.”

[]

Iklan

Responses

  1. syukron katsiron… jd tahu sdkt ttg mereka.. krn ana tahu msh byk rhsiaya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: